Infinitive dan Infinitive Phrase: Pengertian dan Contoh Kalimat

Soal Gerund vs. Infinitive

Pengertian Infinitive dan Infinitive Phrase

Infinitive adalah suatu verbal yang terdiri dari particle to dan bentuk simple dari verb (kata kerja) alias bare infinitive. Verbal merupakan suatu kata yang dibentuk dari kata kerja, namun berfungsi sebagai part of speech lain. Ada pula verbal yang lain yaitu gerund dan participle.

Table of Contents:

Seperti halnya verb, infinitive dapat disertai juga oleh object dan/atau modifier. Infinitive yang didampingi object dan/atau modifier membentuk suatu frasa yang disebut infinitive phrase. Modifier sendiri merupakan kata, phrase, atau clause yang berfungsi sebagai adjective (kata sifat) atau adverb (kata keterangan) yang menerangkan kata atau kelompok kata lain, dalam hal ini, infinitive.

Rumus dan contoh infinitive dan infinitive phrase: infinitive = to + bare infinitive (to talk, to eat); infinitive phrase = infinitive, object, dan/atau modifier (to talk to you (infinitive + modifier), to eat breakfast (infinitive + object), to eat breakfast together (infinitive + object + modifier))
Rumus dan contoh infinitive dan infinitive phrase

Contoh Infinitive (Phrase)

  1. to eat breakfast (memakan sarapan)
    • to eat = infinitive
    • breakfast = direct object dari verb “eat”
  2. to run through the rain (berlari menembus hujan)
  3. to be loved equally (dicintai dengan setara)
  4. to have lunch together (makan siang bersama)
    • to have = infinitive
    • lunch = direct object dari verb “have”
    • together = modifier (adverb)

Infinitive phrase dapat berada di awal, tengah, atau akhir kalimat. Jika frasa ini berada di awal kalimat (memperkenalkan main clause), perlu ditambahkan koma setelah frasa tersebut. Begitu pula ketika infinitive phrase bertindak sebagai interrupter, yaitu berada di tengah atau memecah main clause, perlu ditambahkan koma sebelum dan sesudah frasa tersebut. Adapun skema dan contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  1. di awal kalimat

    infinitive phrase + , + main clause

    • To get the access, you must register first.
  2. di tengah kalimat

    awal main clause + , + infinitive phrase + , + akhir main clause

    • His dream, to visit the country with you, has made him work harder
  3. di akhir kalimat

    main clause + Ø + infinitive phrase

    • She goes home by foot to lose her weight.

Penggunaan Infinitive

Infinitive (phrase) dapat berfungsi sebagai noun (kata benda), adjective (kata sifat), atau adverb (kata keterangan). Berikut beberapa contoh kalimatnya.

  1. noun: subject
    • To travel in this season is a bad idea.
      (Bepergian musim ini merupakan ide yang buruk.)
    • To travel without enough money is a bad idea.
      (Bepergian tanpa uang cukup adalah ide buruk.)
  2. noun: direct object
    • He wants to come tomorrow.
      (Dia ingin datang besok.) direct object dari verb “want”
    • I’ve learned to appreciate and love myself.
      (Saya belajar untuk mengapresiasi dan mencintai diri sendiri.) direct object dari verb “learned”
    • I want to buy the book tomorrow.
      (Saya ingin membeli buku tsb besok.) phrase
    • He learned to speak english by taking a course last semester.
      (Dia belajar bicara Bahasa Inggris melalui kursus semester lalu.) phrase
  3. noun: subject complement
    • His dream is to win the contest.
      (Impiannya menang kontes tersebut.)
    • His dream is to visit the country with you.
      (Impiannya adalah mengunjungi negara tsb denganmu.) phrase
  4. noun: appositive
    • His dream, to win the contest, has made him work harder.
      (Impiannya, untuk memenangkan kontes itu, telah membuatnya bekerja lebih keras.)
    • His dream, to visit the country with you, has made him work hard.
      (Impiannya, mengunjungi negara tsb denganmu, telah membuatnya bekerja
      keras.) phrase
  1. adjective1
    • The best time to call him is at night.
      (Waktu terbaik untuk menghubunginya adalah malam hari.) inf. menerangkan noun “time”
    • It’s the wrong way to ask a question.
      (Itu cara yang salah untuk bertanya.)
      inf. menerangkan noun “way”
    • It is the wrong way to ask for forgiveness.
      (Itu cara yang salah untuk meminta maaf.) phrase menerangkan noun “way”

    Adjectival infinitive digunakan untuk menjelaskan noun dimana posisinya selalu mengikuti noun yang dijelaskannya.

  2. adverb
    • To watch the show, you must buy a ticket.
      (Untuk menonton pertunjukan itu, kamu harus beli tiket.) inf. menjelaskan “why you must buy a ticket” (mengapa kamu harus membeli tiket)
    • You need US$50 to buy it.
      (Kamu perlu US$50 untuk membeli itu.) inf. menjelaskan “why you need US$50” (mengapa kamu butuh US$50)
    • To get the accesss, you must register first.
      (Untuk mendapat akses, kamu harus mendaftar terlebih dahulu.) phrase menjelaskan why you must register first
    • She goes home by foot to lose her weight.
      (Dia pulang kerumah jalan kaki untuk menurunkan berat badan.) phrase menjelaskan why she goes home by foot

    Adverbial infinitive digunakan untuk menjelaskan verb, dimana dapat berada di awal atau akhir kalimat serta tidak harus berada dekat dengan verb yang dijelaskannya.

Verb yang Diikuti Infinitive

Verb di bawah ini diikuti oleh infinitive dimana verb tersebut dapat langsung diikuti infinitive (tanpa tambahan agent di depan infinitive), perlu tambahan agent sebelum infinitive, dapat ditambahkan agent, atau infinitive dalam bentuk simple (bare infinitive). Agent sendiri merupakan pelaku dari aksi yang dimaksudkan infinitive.

tanpa tambahan agent (verb + infinitive)

  • afford
  • agree
  • appear
  • begin
  • consent
  • continue
  • decide
  • demand
  • deserve
  • fail
  • forget
  • hate
  • plan
  • prefer
  • pretend
  • promise
  • refuse
  • remember
  • seem
  • start
  • stop

perlu tambahan agent (verb + agent + infinitive)

  • advise
  • allow
  • challenge
  • command
  • encourage
  • enable
  • feel
  • forbid
  • force
  • get
  • persuade
  • watch
  • remind
  • see
  • teach
  • tell

dapat ditambahan agent (verb +/- agent + infinitive)

  • ask
  • beg
  • choose
  • dare
  • expect
  • want
  • wish

tanpa “to” (verb + bare infinitive)

  • feel
  • have
  • hear
  • help
  • watch
  • see

Contoh Kalimat Infinitive

  1. They begin to love each other.
    (Mereka mulai mencintai satu sama lain.) tanpa tambahan agent
  2. The teacher advised him to study harder.
    (Guru tersebut menasehatinya untuk belajar lebih keras.) perlu tambahan agent
  3. He asked me to call you.
    (Dia meminta saya untuk menghubungimu.) dapat ditambahan agent (optional)
  4. She helped me solve the problem.
    (Dia menolongku mengatasi masalah tersebut.) tanpa “to”

Adjective yang Diikuti Infinitive

Berikut beberapa adjective yang dapat diikuti infinitive.

  • amazed (takjub)
  • anxious (cemas)
  • ashamed (malu)
  • careful (hati-hati)
  • delighted (senang)
  • disappointed (kecewa)
  • glad (senang)
  • happy (senang)
  • pleased (senang)
  • proud (bangga)
  • sad (sedih)
  • sorry (menyesal/sedih)
  • surprised (terkejut)

Contoh Kalimat Adjective + Infinitive Phrase

  • I’m happy to hear the news.
    (Saya senang mendengar berita itu.)
  • She was anxious to see her score.
    (Dia cemas melihat nilainya.)
  • I’m very pleased to meet you, ma’am.
    (Saya sangat senang bertemu denganmu, bu.)

Dangling Infinitive

Dangling infinitive adalah infinitive (phrase) yang tidak menerangkan kata apapun atau menerangkan kata yang salah di suatu kalimat. Penyebabnya karena subject yang digunakan pada suatu kalimat tidak seide dengan modifier tersebut.

Lihat juga:

Dangling infinitive umumnya ditemukan di awal kalimat ketika sedang “berusaha” menerangkan verb (berfungsi sebagai adverb) yang berada di dalam main clause di depannya. Modifier ini mengakibatkan makna keseluruhan kalimat menjadi janggal.

infinitive phrase (to + verb +/- …), main clause (subject + verb +/- …)

Infinitive dan Dangling Infinitive

Infinitive phrase merupakan modifying phrase tanpa subject yang mengandung aksi. Tugasnya menerangkan verb yang berada pada bagian main clause. Karena verb di main clause dan aksi yang dikandung infinitive phrase berkaitan, seharusnya subject juga sesuai dengan verb yang dikandung frasa tersebut.

Dangling infinitive kerap terjadi pada kalimat yang main clause-nya berupa passive construction dimana pada bentuk tersebut memang memungkinkan subject menjadi tidak jelas.

Solusi Dangling Infinitive

Dangling infinitive dapat diatasi dengan cara antara lain:

  1. Mengganti subject pada main clause sehingga cocok juga dengan modifying phrase-nya.
  2. Mengubah main clause dengan passive construction menjadi active construction dan ditambahkan subject yang cocok.
  3. Menambahkan subject pada infinitive sehingga menjadi clause yang kemudian digabungkan dengan main clause untuk membentuk complex sentence.

Contoh Kalimat Dangling Infinitive

  1. To get the job, experience in sales is needed.
    (Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, pengalaman di penjualan di butuhkan.) Main clause menggunakan passive construction. Siapa yang akan mendapatkan pekerjaan? Tentu saja bukan “experience”.

    Contoh Revisi

    To get the job, you need to have experience in sales.
    (Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, kamu butuh punya pengalaman di penjualan.) Main clause diubah menjadi active construction dan digunakan subject “you”.

  2. To achieve success in examinations, creating a study plan is important. (Untuk meraih sukses di ujian, membuat rencana belajar itu penting.) Siapa yang meraih sukses di ujian? Creating a study plan? Seharusnya manusia.

    Contoh Revisi

    • To achieve success in examinations, one must create a study plan.
      (Untuk meraih sukses di ujian, seseorang harus membuat rencana belajar.) subject pada main clause diganti
    • If one wishes to achieve success in examinations, creating a study plan is important.
      (Jika seseorang berharap meraih sukses di ujian, membuat rencana belajar itu penting.) infinitive phrase dijadikan clause
    • If one wishes to achieve success in examinations, one must create a study plan.
      (Jika seseorang berharap meraih sukses di ujian, seseorang harus membuat rencana belajar.)

Lihat juga:

References:

  1. Gerunds and Infinitives. Some Important Rules. http://www.ctu.edu.vn/centers/cfl/learning/grammar/grammar%20resource/FC_GerundInfinMM1.doc.
  2. Infinitive or -ing? http://www.englishclub.com/grammar/verbs-m_infinitive-ing.htm. Accessed on December 19, 2012.
  3. talk – definition and synonyms. https://www.macmillandictionary.com/dictionary/british/talk_1. Accessed on October 14, 2018.
  4. Dangling Modifiers. everettcc.edu. Accessed on January 19, 2015.
  5. Dangling Modifiers (Gerund, Infinitive, Participial, Elliptical). http://www.ucalgary.ca/uofc/eduweb/grammar/course/sentence/2_6c.htm. Accessed on January 19, 2015.
  6. Dangling and Misplaced Modifiers. jccc.edu. Accessed on January 19, 2015.
  7. Rules for Dangling and Misplaced Modifiers. http://uwf.edu/cassh/departments/writing-lab/skill-of-the-week-tutoring-sessions/grammar-reviews/intromodifiers/. Accessed on January 19, 2015.
I carefully review all content before publishing, but as this site is created and managed by a human, mistakes may happen. If you find one, I apologize in advance and would be grateful if you let me know.

58 thoughts on “Infinitive dan Infinitive Phrase: Pengertian dan Contoh Kalimat”

  1. berarti … present participle = v-ing, past participle = past tense (v2) … ka … apakah gerund termasuk present participle atau gerund itu udah menjadi noun ?

    Reply
    • Halo EKa,

      -past participle = v-3
      -gerund, infinitive, dan participle merupakan verbal [kata yang dibentuk dari verb, namun berfungsi sebagai part of speech lain (participle dapat pula sebagai verb)]. Gerund berfungsi sebagai noun. Jadi posisi yang harusnya di tempati noun “beneran” (c/subjek, objek) mungkin bisa digantikan oleh gerund.

      Reply
      • oh iya ka .. maksud sya past participle = V3 … ok ka .. kayanya saya udah mulai mengerti nih tentang gerund gerund ini … ka, kemaren sya liat ada 2 kalimat
        “if I were you, bla bla bla” dan satunya lagi yang biasa “if I was you, bla bla bla”
        sebenernya apa perbedaan kedua kalimat itu ka ? thank.

      • Bagoooos sudah mulai akrab ama si gerund2 itu.. hehehehe

        Kalo gramatically correct-nya “If I were” yang digunakan pada unreal/2nd conditional, tapi ternyata ada juga yang ‘menerima’ “If I was”:

        Cambridge University accepts ‘If I was …’ for the unreal conditional on their English learning test series whereas ETS (English Testing Service) does not. This is a case of descriptive grammar (how the language is used) winning out over prescriptive grammar (how the language should be used).
        (Kenneth Beare. “If I was or If I were?” About English as 2nd Language. http://esl.about.com/od/common_mistakes/a/If-I-Was-Or-If-I-Were.htm. Date Accessed: June 18, 2014.)

        Jadi ternyata banyak English people yang bilang “If I was” untuk unreal situation tapi tetep yang benernya “If I were”:

        In speech, many English people say If I was…, but If I were… is held to be grammatically correct.
        http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv6.shtml

        Jadi untuk amannya tulis menulis unreal conditional ya pake “If I were” 🙂

        “If I was” grammatically correct ketika “if” semakna when untuk menyatakan waktu. “If I was …” itu jadinya time clause yang merupakan fakta, bukan pengandaian ato situasi imajiner.. :B

        Contoh:

        – If I was embarrassed, my face often turned red. (Ketika saya malu, wajah saya sering memerah. <-- suatu fakta yang sering terjadi di masa lampau) - If I were her, my face would turn red. (Jika saya ini dia, wajah saya akan memerah. <-- tapi saya bukan dia; pengandaian)

    • Hi Yova,
      Maksudnya modal verb berwujud infinitive/-ing form ya?
      Peran modal verb dengan infinitive/-ing form dalam kalimat berbeda Yova.. Infinitive sebagai noun, adjective, atau adverb..jadi menempati posisi seperti subject, object, subject complement dalam kalimat; sedangkan modal verb itu membantu main verb, posisinya di depan verb.

      Reply
    • jadi … setelah ku cek … itu kan koment dulu dulu ya ka … saya ga ngertinya pas dibilang “bare infinitive bisa menjadi verb, bisa juga menjadi verbal” sebenernya … verbal sama verb apa bedanya ka ? .-.

      Reply
      • Bare infinitive itu base form verb — bentuk dasar dari verb.

        Dari bare infinitive bisa dibentuk:
        *v-1 (present tense) –> bare infinitive +/- -s/es,
        *v-2 (past tense) –> bare infinitive + -ed/-t/… (untuk regular verb),
        *v-3 (past participle) –> bare infinitive + -ed/-t/… (untuk regular verb),
        *v-ing (present participle) –> bare infinitive + -ing

        Past dan present participle dapat berfungsi sebagai verb atau verbal.

        Verbal: dibentuk dari bare infinitive (dengan tambahan akhiran tertentu) namun tidak berfungsi sebagai verb, melainkan part of speech lain.

        Contoh:
        present participle (verb): She is sleeping now. (sleeping = verb)
        present participle (verbal): I want to buy a sleeping bag. (sleeping = verbal –> adjective)

        Begitu kira2 Eka… 🙂

      • oh begitu… saya lumayan ngerti nih sampe sini .. tapi .. coba … tolong berikan lebih banyak contoh kalimat present particip (verbal) dan … past particip (verbal) .. tolong, terima kasih …

  2. 1. Just a little confirmation.
    “Adjective yang Diikuti Infinitive Phrase
    Beberapa adjective ….. dissapointed, glad, happy, pleased, proud, sad,…”

    Is “dissapointed” word term in your article above right?

    2. In other site, I found an explanation that an adjective is always followed by to infinitive

    Thanks for paying attention
    Taqabbalallaahu minna ma minkum

    Reply
    • Hi Agoes,

      1. Tentu saja salah.. yang benar “disappointed”.. maaf ya.. 🙂
      2. Ada link-nya Agoes? grammar.ccc.commnet.edu/grammar/gerunds.htm memilih kata “often” daripada “always”.

      Reply
      • 2. Bisa dibaca : http://www.englishclub.com/grammar/verbs-m_infinitive-ing.htm.

        Tetapi sepertinya itu adalah general rule, yang tidak selalu benar. Check out the site’s statement : tinyteflteacher.co.uk/learning-english/grammar/gerund-infinitive-preposition.html.

        Selama ini saya memahami bahwa infinitive selalu mengikuti adjective, sedangkan gerund tidak pernah. Saya menemukan contoh di mana gerund mengikuti adjective :
        It’s nice meeting our parents before. (moser.cm.nctu.edu.tw/docs/english_verb_inf_ing.pdf‎)

Leave a Comment