Squinting Modifier

Pengertian Squinting Modifier

Squinting Modifier adalah modifier (berupa kata, phrase, atau clause) yang diletakkan diantara dua kata, phrase, atau clause, dimana dia dapat menerangkan salah satu dari keduanya sehingga kalimat menjadi ambigu (bermakna ganda).

Squinting modifier merupakan salah satu dari masalah-masalah placement (penempatan), seperti dangling dan misplaced modifier.

Mengatasi Squinting Modifier

Pembahasan squinting modifier hanya mencakup modifier berupa adverb, tidak adjective. Kenapa hanya adverb? Karena adverb-lah (atau adverb phraseclauseprepositional phrase, dll) yang memiliki keleluasaan menempati berbagai posisi di dalam kalimat. Khususnya menempati berbagai posisi di tengah kalimat.

Secara struktur, adverb yang menjadi squinting modifier tersebut mungkin berfungsi secara baik, namun secara makna mengakibatkan ambigu karena pembaca menemukan dua “situasi” atau “petunjuk” di dalam kalimat.

Cara mengatasi squinting modifier adalah dengan memindahkan adverb tersebut ke posisi yang lebih dekat dengan bagian yang diterangkannya atau menjauhkannya dengan bagian yang bukan diterangkannya.

Squinting modifier bahasa Inggris berupa adverb atau konstruksi lain yang berfungsi sebagai adverb.Cara mengatasinya adalah dengan memindahkan modifier ke posisi yang lebih dekat dengan bagian yang diterangkannya atau menjauhkannya dari bagian yang bukan diterangkannya.
squinting modifier bahasa Inggris

Contoh Squinting Modifier dan Revisinya

  1. He told yesterday he changed the oil in his car.

Keterangan:

told yesterday (berkata kemarin) atau changed the oil yesterday (mengganti minyak kemarin)?

Revisi:

1 Yesterday he told he changed the oil in his car.
(Kemarin dia berkata dia mengganti minyak di mobilnya.)
2 He told he changed the oil in his car yesterday.
(Dia berkata dia mengganti minyak di mobilnya kemarin.)
  1. People who do exercises often can reduce fat and build muscle simultaneously.

Keterangan:

often do exercises (sering berolahraga) atau can often reduce fat and built muscle (seringnya dapat mengurangi lemak dan membangun otot)?

Revisi:

1 People who often do exercises can reduce fat and build muscle simultaneously.
(Orang yang sering berolahraga dapat mengurangi lemak dan membangun otot secara simultan.)
2 People who do exercises can often reduce fat and build muscle simultaneously.
(Orang yang berolahraga seringnya dapat mengurangi lemak dan membangun otot secara simultan.)

Related Posts:

References:

  1. Modifier Placement. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/modifiers.htm. Accessed on February 2, 2013.
  2. Usage – Modifier Problems. http://www.towson.edu/ows/dangmod.htm. Accessed on February 2, 2013.
  3. Misplaced, Dangling, and Squinting Modifiers. http://owlet.letu.edu/grammarlinks/modifiers/modifier2d.html. Accessed on February 2, 2013.
  4. Dangling Modifiers: Good Grammarians Don’t Let Their Modifiers Dangle in Polite Society! http://web.cn.edu/kwheeler/gram_dangling_mod.html. Accessed on February 2, 2013.
Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan.
Posted by Wilma Yulia

2 thoughts on “Squinting Modifier”

  1. Salam kak,
    Maaf, btw, aku mau numpang bertanya-tanya dikit, aku agak bingung dan penasaran. :3
    *krik
    Dlm kesalahan penempatan modifier itu karena apa ya? Penulisnya yg tdk paham grammar atau krna udh jd kebiasaan org, atau apa?, sehingga terjadi kesalahan penulisan seperti itu.
    Terus, bisanya kesalahan penempatan modifier itu sering trjdi di wacana/penulisan, kya di cerpen? Atau pada percakapan sehari”?
    XDa *what a question it is…*

    Sebelumnya Thanks kak.. :D

    1. Salam balik Zura,

      Gpp kok numpang tanya..santai aja kayak di pantai :B

      Saya rasa sih begitu, penulis kurang paham English grammar. Mungkin tau kalo adverb bisa menempati berbagai posisi di kalimat, cuma tidak sadar kalo posisi yang berbeda bisa membuat makna kalimat menjadi beda juga. Bisa jadi “enak didengar” di bahasa asli dia, trus langsung diterapin ke English, jadi ngikut kebiasaannya gitu ya..padahal belum tentu cocok di English.

      Saya rasa bisa terjadi di speaking dan writing. Kalo percakapan sehari-hari mungkin masih bisa dimengerti dari intonasinya.. Kalo di formal writting baru deh gak tertolong.. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *