Cara Menghindari Primer Style – Page 2

Pages: page 1 | page 2 | page 3

Cara Menghindari Primer Style

Pada bagian 1 telah diuraikan cara menghindari primer style di dalam tulisan dengan menggunakan conjunction. Berikut cara-cara lainnya.

Cara Contoh
2. Memasukkan ke dalam Appositive/Relative Clause
Appositive phrase atau relative clause dapat digunakan untuk memuat detail tentang subject (atau object) sehingga detail tersebut tidak perlu dibuat dalam kalimat yang berbeda. Penempatannya biasanya segera setelah subject. Marie Curie was a polish scientist Marie Curie won two Nobel Prizes.
(Marie Curie adalah ilmuan Polandia. Marie Curie memenangkan dua nobel.)

Revisi:

Marie Curie, a polish scientist, won two Nobel Prizes.
(Marie Curie, seorang ilmuan polandia, memenangkan dua Nobel Prize.)
appositive phrase

atau

Marie Curie, who was a polish scientist, won two Nobel Prizes.
(Marie Curie, yang merupakan ilmuan Polandia, memenangkan dua Nobel Prize.)
relative clause

3. Memasukkan ke dalam Modifiying Phrase (or Word)
Simple sentence mungkin dapat dilebur ke dalam modifying phrase yang berfungsi sebagai adjective (menerangkan noun/pronoun) atau adverb (menerangkan verb, adjective, atau adverb lain), dan ditempatkan di awal atau akhir kalimat. Modifying phrase (or word) berupa antara lain:

Penggunaan modifier harus hati-hati agar kata atau frasa tersebut menerangkan suatu bagian di dalam kalimat dengan benar. Jangan sampai malah tidak ada atau salah menerangkan sehingga menjadi dangling, misplaced, atau squinting modifier.

I was depressed. I couldn’t fall asleep at bedtime. I was hard to concentrate the next day.
(Saya tertekan. Saya tidak dapat terlelap pada jam tidur. Saya sulit konsentrasi pada selanjutnya.)

Revisi:

Depressed, I couldn’t fall a sleep at bedtime, hard to concentrate the next day.
(Tertekan, saya tidak dapat terlelap pada jam tidur, sulit konsentrasi pada hari berikutnya.)
menggunakan adjective phrase dan past participle (berperan sebagai adjective) yang sama-sama menerangkan “I” (Who was depressed? Who was hard to concentrate?)

4. Menggabungkan menjadi Noun Phrase
Minor detail tentang noun yang dimuat pada suatu simple sentence dijadikan modifier bagi subject (atau object) kalimat membentuk noun phrase. Tipikalnya minor detail tersebut awalnya berada pada posisi subject complement dengan kata kerja linking verb. The man drank cappuccino at the coffee shop. He is young. The coffee shop is near my house.
(Laki-laki itu minum cappuccino di kafe kopi. Dia berusia muda. kafe kopi itu dekat rumah saya.)

Revisi:

The young man drank cappucino at the coffee shop near my house.
(Laki-laki muda itu minum cappucino di kafe kopi dekat rumah saya.)
young dijadikan modifier “man” dan near my house dijadikan modifier “shop” menjadi noun phrase “the young man” dan “the coffe shop near my house”

Pages:

page 1 | page 2 | page 3

Table of Contents:

  1. Pengertian Primer Style
  2. Cara Menghindari Primer Style
  3. Lebih Banyak Contoh Primer Style

Related Posts:

References:

  1. Primer Style (“pr”). http://www.hamilton.edu/style/primer-style. Accessed on January 19, 2019.
  2. Sentence Length. http://www.aims.edu/student/online-writing-lab/process/sentence-length. Accessed on January 19, 2019.
  3. Choppy Sentences. http://writing.umn.edu/sws/assets/pdf/quicktips/choppysentences.pdf. Accessed on January 19, 2015.
  4. Choppy Sentences. http://www.usu.edu/markdamen/WritingGuide/05choppy.htm. Accessed on January 19, 2015.
  5. Avoiding Primer Language. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/primer.htm. Accessed on January 19, 2015.
  6. Avoiding Primer Language. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/quizzes/primer_quiz.htm. Accessed on January 19, 2015.
Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan.
Posted by Wilma Yulia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *