Cara Menghindari Primer Style – Page 2

Pages: page 1 | page 2

Cara Menghindari Primer Style

  1. Memasukkan ke dalam Modifiying Phrase (or Word)

Simple sentence mungkin dapat dilebur ke dalam modifying phrase yang berfungsi sebagai adjective (menerangkan noun/pronoun) atau adverb (menerangkan verb, adjective, atau adverb lain), dan ditempatkan di awal atau akhir kalimat. Modifying phrase (or word) berupa antara lain:

Penggunaan modifier harus hati-hati agar kata atau frasa tersebut menerangkan suatu bagian di dalam kalimat dengan benar. Jangan sampai malah tidak ada atau salah menerangkan sehingga menjadi dangling, misplaced, atau squinting modifier.

Contoh Kalimat Primer Style dan Revisi

I was depressed. I couldn’t fall asleep at bedtime. I was hard to concentrate the next day.
(Saya tertekan. Saya tidak dapat terlelap pada jam tidur. Saya sulit konsentrasi pada selanjutnya.)

Revisi:

Depressed, I couldn’t fall a sleep at bedtime, hard to concentrate the next day.
(Tertekan, saya tidak dapat terlelap pada jam tidur, sulit konsentrasi pada hari berikutnya.)
menggunakan adjective phrase dan past participle (berperan sebagai adjective) yang sama-sama menerangkan “I” (Who was depressed? Who was hard to concentrate?)

  1. Menggabungkan menjadi Noun Phrase

Minor detail tentang noun yang dimuat pada suatu simple sentence dijadikan modifier bagi subject (atau object) kalimat membentuk noun phrase. Tipikalnya minor detail tersebut awalnya berada pada posisi subject complement dengan kata kerja linking verb.

Contoh Kalimat Primer Style dan Revisi

The man drank cappuccino at the coffee shop. He is young. The coffee shop is near my house.
(Laki-laki itu minum cappuccino di kafe kopi. Dia berusia muda. kafe kopi itu dekat rumah saya.)

Revisi:

The young man drank cappucino at the coffee shop near my house.
(Laki-laki muda itu minum cappucino di kafe kopi dekat rumah saya.)
young dijadikan modifier “man” dan near my house dijadikan modifier “shop” menjadi noun phrase “the young man” dan “the coffe shop near my house”

Lebih Banyak Contoh Kalimat Primer Style dan Revisi

No Contoh Kalimat Primer Style dan Revisi
1 Marie curie was a chemist. She was also a physicist. She won 1903 Nobel Prize in  physics. She was just 36 years old at the time.
(Marie Curie adalah seorang ahli kimia. Dia juga ahli fisika. Dia memenangkan Nobel Prize tahun 1903 di bidang fisika. Dia baru berusia 36 tahun pada waktu itu.)

Revisi:

A chemist and physicist, Marie Curie, was just 36 years old when she won 1903 Nobel Prize in physics.
(Ahli kimia dan fisika, Marie Curie, baru berusia 36 tahun ketika memenangkan Nobel Prize tahun 1903 di bidang fisika.)
menggunakan noun phrase “a chemist and physicist” sebagai modifier “Marie Curie”

2 Your kids are spoiled. They ignore every request that you make.
(Anak-anakmu manja. Mereka mengabaikan setiap permintaanmu.)

Revisi:

Your kids are spoiled, ignoring every request you make.
(Anak-anakmu manja, mengabaikan setiap permintaanmu.)
menggunakan present participial phrase sebagai modifier “kids”

3 The student was so sleepy. She couldn’t respond quickly.
(Siswi itu sangat mengantuk. Dia tidak dapat merespon cepat.)

Revisi:

Because the student was so sleepy, she couldn’t respond quickly.
(Karena siswi itu sangat mengantuk, dia tidak mampu merespon dengan cepat.) menggunakan subordinate conjunction “because” membentuk complex sentence
Being so sleepy, the student couldn’t respond quickly.
(Sangat mengantuk, siswi itu tidak mampu merespon dengan cepat.) menggunakan present participial phrase yang menerangkan “student”
4 My neighbor looks tired. He has been doing the gardening work all day. The work hasn’t finished yet. He seem to decide to stop working.
(Tetangga saya tampak lelah. Dia telah berkebun sepanjang hari. Pekerjaan tersebut belum selesai. Dia tampak akan memutuskan untuk berhenti bekerja.)

Revisi:

My neighbor looks tired because he has been doing the gardening work all day. Although the work hasn’t finished, he seems to decide to stop working.
(Tetangga saya tampak lelah karena telah berkebun sepanjang hari. Meskipun pekerjaan belum selesai, dia tampak akan memutuskan berhenti bekerja.) menggunakan subordinate conjunction

5 Dito cleaned his gardening equipment. He placed it in his storage.
(Dito membersihkan peralatan berkebunnya. Dia menempatkannya di tempat penyimpanan.)

Revisi:

Dito cleaned his gardening equipment before he placed it in his storage.
(Dito membersihkan peralatan berkebunnya sebelum dia menempatkannya di tempat penyimpanan.) menggunakan subordinate conjuncion
Dito cleaned his gardening equipment before placing it in his storage. menggunakan prepositional phrase yang menerangkan verb “cleaned”
After Dito cleaned his gardening equipment, he placed it in his storage.
(Setelah Dito membersihkan peralatan berkebun, dia menempatkannya di tempat penyimpanan.) menggunakan subordinate conjunction
After cleaning his gardening equipment, Dito placed it in his storage.
(Setelah membersihkan peralatan berkebun, dia menempatkannya di tempat penyimpanan.) menggunakan prepositional phrase yang menerangkan verb “placed”

Pages:

page 1 | page 2

Table of Contents:

  1. Primer Style
  2. Primer Style – 2

Related Posts:

References:

  1. Primer Style (“pr”). http://www.hamilton.edu/style/primer-style. Accessed on January 19, 2019.
  2. Sentence Length. http://www.aims.edu/student/online-writing-lab/process/sentence-length. Accessed on January 19, 2019.
  3. Choppy Sentences. http://writing.umn.edu/sws/assets/pdf/quicktips/choppysentences.pdf. Accessed on January 19, 2015.
  4. Choppy Sentences. http://www.usu.edu/markdamen/WritingGuide/05choppy.htm. Accessed on January 19, 2015.
  5. Avoiding Primer Language. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/primer.htm. Accessed on January 19, 2015.
  6. Avoiding Primer Language. http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/quizzes/primer_quiz.htm. Accessed on January 19, 2015.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan.
Posted by Wilma Yulia

Leave a Comment