Category Archives: Paragraph

Eliminating Unnecessary To Be Verbs (Part 2)

Pages: 1 2

Beberapa Metode untuk Mengeliminasi Verb To Be [Cont’d]

No Metode Eliminasi Verb To Be
5 Hindari terlalu banyak menggunakan expletive construction, walaupun pada beberapa situasi konstruksi ini tidak masalah untuk dipertahankan karena efektif untuk memberi penekanan (misalnya menunjukkan urgency dari suatu situasi dengan kata “imperative”: “It is imperative that…” ).  Continue reading Eliminating Unnecessary To Be Verbs (Part 2)

Cara Menghindari Primer Style (Part 2)

Pages: 1 2 3

Cara Menghindari Primer Style

Pada bagian 1 telah diuraikan cara menghindari primer style di dalam tulisan dengan menggunakan conjunction. Berikut cara-cara lainnya.

No Cara Contoh
2 Memasukkan ke dalam Appositive/Relative Clause
Appositive phrase atau relative clause dapat digunakan untuk memuat detail tentang subject (atau object) sehingga detail tersebut tidak perlu dibuat dalam kalimat yang berbeda. Penempatannya biasanya segera setelah subject. Marie Curie was a polish scientist Marie Curie won two Nobel Prizes.
(Marie Curie adalah ilmuan Polandia. Marie Curie memenangkan dua nobel.) Continue reading Cara Menghindari Primer Style (Part 2)

Lebih Banyak Contoh Primer Style dan Revisinya

Pages: 1 2 3

Lebih Banyak Contoh Primer Style beserta Revisinya

No Contoh Primer Style Contoh Revisi
1 Marie curie was a chemist. She was also a physicist. She won 1903 Nobel Prize in  physics. She was just 36 years old at the time.
(Marie Curie adalah seorang ahli kimia. Dia juga ahli fisika. Dia memenangkan Nobel Prize tahun 1903 di bidang fisika. Dia baru berusia 36 tahun pada waktu itu.)
A chemist and physicist, Marie Curie, was just 36 years old when she won 1903 Nobel Prize in physics.
(Ahli kimia dan fisika, Marie Curie, baru berusia 36 tahun ketika memenangkan Nobel Prize tahun 1903 di bidang fisika.) Continue reading Lebih Banyak Contoh Primer Style dan Revisinya